Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

BATU PENYIMPAN HARTA

Gambar
Situs budaya dan sejarah lainnya yang wajib dikunjungi di Sianjur Mula-mula adalah Batu Hobon. Letaknya bersebrangan dengan Sopo Guru Tatea Bulan di Desa Limbong-Sagala. Hobon dalam bahasa Batak Toba berarti peti. Meski secara fisik bentuk batu ini tidak menyerupai peti, namun menurut cerita yang ada disebut seperti itu karena fungsinya yang menyerupai peti. Menutup apa yang ada di baliknya. Apa yang ada di balik batu ini? Nah, itulah yang membuat cerita batu ini tidak sekedar batu.  Wilayah Batu Hobon tampak secara keseluruhan Konon menurut cerita, batu ini merupakan buah tangan dari Raj Uti, anak pertama Guru Tatea Bulan, atau cucu pertama dari Siraja Batak. Di balik batu ini dipercaya tersimpan harta kekayaan masyarakat Batak. Ah sungguh? Mungkin kalian bertanya seperti itu.  Percaya atau tidak, harta kekayaan yang diceritakan tersebut, antara lain Seperangkat Gendang Batak, Ramuan Penyangkal Penyakit, Pedang Bertuah, Batu Gosok Emas, Cincin Ajaib, Obat Untuk Meng

SAKSI BISU CERITA SAKTI SANG RAJA

Gambar
Warisan dan situs budaya di Sianjur Mula-mula memang berlimpah, seperti yang pernah saya katakan. Tempat yang ingin saya ceritakan ini terletak di Bukit Sulatti, Desa Limbong-Sagala. Tempat ini akrab disebut Sopo Guru Tatea Bulan. Sopo dalam bahasa Batak Toba berarti rumah. Tempat ini menjadi gambaran cerita kehidupan dari putera sulung Siraja Batak: Guru Tatea Bulan. Kesan pertama melihat tempat ini saya pikir tempat ini merupakan kuburan. Apalagi saat saya tiba, terdapat beberapa orang yang ramai seperti sedang berziarah.  Sopo Guru Tatea Bulan tampak depan Patung keempat pelayan Raja (empat sebelah kiri) Dugaan saya salah. Tempat ini merupakan saksi bisu beragam cerita sakti Sang Raja juga keturunan serta kerabatnya. Tidak hanya sebagai saksi bisu tempat ini juga menjadi tempat ziaraah, berdoa, serta pemujaan kepada leluhur bagi mereka yang percaya. Pada bagian depan Sopo terdapat 4 patung perempuan di sebelah kanan yang sedag menumbuk padi dan 3 patung perem

AIR TUJUH RASA DI DESA AEK SIPITU DAI

Gambar
Banyak sekali tempat di Samosir yang membuat saya seringkali bertanya berkali-kali atau googling berkali-kali. Ini beneran nggak sih? Ah masa iya? Nggak percaya ah !. Saya sering bertanya tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada beberapa orang di sini. Untuk membuktikannya tentu saja saya harus memastikannya sendiri. Salah satu tempat yang ingin saya pastikan adalah Aek Sipitu Dai atau Air Tujuh Rasa. Letaknya di desa yang sama dengan namanya, Desa Aek Sipitu Dai di Kecamatan Sianjur Mula-mula. Aek Sipitu Dai adalah tujuh pancuran air yang masing-maisngnya memiliki rasa yang berbeda. Air yang mengalir pada pancuran ini berasal dari tujuh mata air yang tergabung dalam sebuah tempat labuan dan lalu dialirkan pada tujuh pancuran, yang anehnya rasanya tetap menjadi terpisah berjumlah tujuh.    Salah satu saluran air yang terletak di pemandian laki-laki Perjalanan menuju tempat ini terbilang mudah.   Dengan mengendarai kendaraan; dapat ditempuh selama kurang lebih 45 h

BANYAK CERITA DI TEMPAT MANDI PARA RAJA INI

Gambar
Selain Kecamatan Pangururan, Kecamatan Sianjur Mula-mula juga merupakan wilayah yang bertabur primadona alam Samosir juga pusat warisan budaya dan sejarah masyarakat Batak Toba. Sebutlah Pusuk Buhit, Aek Sipitu Dai, Perkampungan Sigulatti, Batu Hobon, Batu Parhusipan, Sopo Guru Tatea Bulan, Air Terjun Hadabuan Nasogo, Pulau Tulas, serta Batu Sawan.  Penampakan Batu Sawan   Batu Sawan. Terletak di Desa Limbong dan berjarak 3 kilometer dari jalan utama. Untuk mencapa tempat ini, siapkan mental dan fisik kendaraan. Sebab jalan yang berbatu akan menemani hingga tiba di muka pintu Batu Sawan. Tidak sampai disitu saja, untuk sungguh sampai di Batu Sawan itu kita harus berjalan menanjak sejauh 800 meter. Tetapi Tuhan memanglah adil. Rasa capek akan terbayar karena pemandangan kanan-kiri selama perjalanan yang sungguh menyejukka indera penglihatan. Dalam bahasa Batak Toba, Sawan berarti Cawan. Bentuk batu ini memang menyerupai cawan. Dari tampungan air yang turun dari buki